Terkini

Showing posts with label Bank Syariah. Show all posts
Showing posts with label Bank Syariah. Show all posts

Sunday, 29 June 2014

Wakaf Perlu Gandeng Bank Syariah

REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN -- Minoritas Muslim di Eropa dinilai berhasil menerapkan ajaran Islam dengan baik dan benar. Ini terimplementasi pada pengembangan ekonomi syariah. Hal ini diungkap sebuah survei yang dipublikasikan akademisi di AS.
Dalam survesi tersebut diketahui sejumlah negara yang berhasil mengembangkan ekonomi Islam. Diurutan terdepan, cukup mengejutkan, yakni negara-negara Barat. 
"Kebijakan dan prestasi negara yang dicapai dalam mencerminkan dan menegakkan ajaran ekonomi islam. Terdapat negara-negara barat berada dalam 10 tingkat dalam survei tersebut terdiri atas, Irlandia, Denmark, Luksemburg, Swedia, Inggris, Selandia Baru, Singapira, Finlandia, Norwegia dan Belgia," ungkap Profesor Bisnis dan Urusan Internasional, Hossei Askari, seperti dilansir onislam.net, Rabu (11/6).

Bagaimana dengan negara Islam, negara mayoritas muslim dimulai pada peringkat 33 yaitu Malaysia dan Kuwait pada peringkat 48 dan hanya mampu berada diperingkat 50. Hasil serupa juga didapatkan dalam surveri yang dilakukan profesor Iran pada 2010 lalu.
"Banyak negara mengaku disebut negara Islam namun banyak ketidakadilan, korupsi dan keterbelakangan. Karakter ini menjadikan Islam seperti imajinasi. Islam adalah artikulasi cinta universal Allah untuk ciptaan-Nya dan kesatuannya yang sudah berabad-abad lamanya. Kesatuan yang mencakup semua pembangunan dan ekonomi," ujarnya.
(Republika / 29 June 2014)
---
Latihan & Perundingan: www.alfalahconsulting.com 
Perunding & Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Pelaburan Saham Amanah Islam: www.unit-amanah-islam.com 
Islamic Unit Trusts Investment: www.islamic-invest-malaysia.com

Tuesday, 3 June 2014

Bank Syariah Siapkan Produk Investasi Global

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dalam rangka menghadapi era global bank syariah mulai mempersiapkan strategi agar dapat bersaing dengan lembaga keuangan lain secara luas. Upaya itu agar lembaga keuangan yang beroperasi dengan sistem syariah ini dapat tumbuh ke depannya.
Direktur Bank Muamalat Cabang Semarang, Karsono mengatakan, untuk meningkatkan daya saing di era globalisasi perbankan syariah akan menerapkan sejumlah strategi.
''Kami akan menyiapkan produk investasi global yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat termasuk investor asing. Adapun strategi kami adalah membidik investor asing yang berasal dari negara Timur Tengah,'' ungkapnya dalam talkshow Implementasi Perbankan Syariah di Era Global di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang, Selasa (3/6).
Kendati demikian, lanjut dia, upaya awal yang harus dilakukan adalah memasyarakatkan prinsip syariah kepada masyarakat luas. Tidak hanya untuk umat muslim tetapi juga kepada agama atau aliran lainnya.
''Kami memang perlu melakukan ekspansi segmen pasar bank syariah. Sebab, nilai universalitas akan menjadikan bank syariah dapat diterima untuk semua kalangan,'' imbuh Karsono.
Disamping itu Bank Muamalat juga akan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mengakselerasi sekaligus inovasi produk perbankan syariah. Upaya itu dilakukan agar produk yang akan digunakan secara luas dapat menjadi kekuatan bisnis pada bank syariah.
Sementara itu Bank Indonesia merilis, meskipun pangsa pasar bank syariah hanya sekitar 5%-6% dibandingkan bank konvensional, tetapi pertumbuhan dan penyaluran kreditnya lebih tinggi.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jateng-DIY, Y Santoso Wibowo menyampaikan, pangsa pasar perbankan syariah memang kecil. Kendati demikian ada hal-hal positif dari lembaga keuangan berprinsip syariah.
''Untuk total aset bank syariah per Maret 2014 sebesar Rp 250triliun, kondisi itu jelas jauh dengan total aset bank nasional sebesar Rp 4.800triliun. Akan tetapi pertumbuhan bank syariah mencapai 45%, sedangkan bank konvesional hanya 18%,'' ungkapnya.
Ke depan, lanjut dia, perlu ada diversifikasi produk bank syariah dan mendorong intermediasi melalui bazar. Tujuannya adalah memasyarakatkan bank syariah.
(Suara Merdeka.Com / 03 Jun 2014)
---
Latihan & Perundingan: www.alfalahconsulting.com 
Perunding & Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Pelaburan Saham Amanah Islam: www.unit-amanah-islam.com 
Islamic Unit Trusts Investment: www.islamic-invest-malaysia.com

Friday, 27 September 2013

Bank Syariah Didorong Lebih Kompetitif

SOLO, 27 Sep 2013, suaramerdeka.com - Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan syariah lebih kompetitif, efisien, memenuhi prinsip kehati-hatian dan prinsip syariah secara baik serta memberi kemanfaatan secara optimal bagi masyarakat luas dan ekonomi nasional.
Dorongan itu disampaikan Kepala Departemen Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) Panca Hadi Suyatna ketika membuka acara "Expo iB Vaganza" di Solo Grand Mall (SGM), Jumat (27/9). Kegiatan tersebut adalah yang keempat dari delapan event yang direncanakan oleh BI dan bekerja sama dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo).
Menurut dia, salah satu tantangan penting dalam pengembangan perbankan syariah adalah perlunya upaya meningkatkan pemahaman dan preferensi masyarakat untuk menggunakan perbankan syariah. "Ini merupakan usaha yang tidak mudah karena perlu dilakukan secara konsisten dan kesinambungan," kata Panca.
Dalam dua dekade pengembangan perbankan syariah, lanjut dia, telah banyak kemajuan yang dicapai. Secara basional saat ini aset yang dikelola 11 bank umum syariah, 24 unit usaha syariah serta 160 BPR syariah telah melebihi angka Rp 200 triliun. Dan selama sepuluh tahun terakhir industri perbankan syariah tumbuh rata-rata 30 hingga 40 persen per tahun. Sedang pangsa pasarnya mencapai 4,67 persen.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pendapatan masyarakat yang terus meningkat serta kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor usaha yang masih banyak belum terpenuhi oleh lembaga keuangan yang ada merupakan potensi besar bagi perbankan syariah untuk terus bertumbuh dan bertambah besar.
"Selain untuk sosialisasi, kegiatan iB Vaganza ini juga untuk menawarkan berbagai program berbagai bank syariah yang menjadi peserta pameran kepada para pengunjung," jelasnya.
Ketua Asbisindo Soloraya, Khabib Soleh menambahkan, perbankan syariah merupakan salah satu industri keuangan perbankan yang lebih tahan terhadap krisis ekonomi. Menurut dia, salah satu instrumen yang membuat bank syariah tahan krisis adalah sistem perbankan yang tidak terpengaruh dengan kebijakan-kebijakan moneter dari pihak otoritas. Misalnya, bunga pembiayaan yang stabil karena sistem bank syariah hampir sama dengan jual beli.
"Saat suku bunga Bank Indonesia atau BI Rate naik, angsuran kredit debitur tidak naik. Sebab, angsuran flat dan berbeda dengan bank konvensional yang selalu mengikuti perkembangan acuan suku bunga. Potensi dan keunggulan bank syariah inilah yang tidak dimiliki perbankan umum," jelas dia.
---
Latihan & Perundingan: www.alfalahconsulting.com 
Perunding & Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Pelaburan Saham Amanah Islam: www.unit-amanah-islam.com 
Islamic Unit Trusts Investment: www.islamic-invest-malaysia.com

Thursday, 25 December 2008

Saturday, 6 September 2008

Indonesia: Pembiayaan syariah naik Rp11,13 triliun

JAKARTA (Bisnis.com): Pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp34,10 triliun per Juni 2008, naik Rp11,13 triliun atau 48,45% dari posisi Juni 2007 Rp22,97 triliun dengan lonjakan terbesar berupa pembiayaan musyarakah.

Data Bank Indonesia memperlihatkan dari total pembiayaan syariah sebesar Rp34,10 triliun per Juni 2008, sebesar 19,41% atau Rp6,62 triliun tersalur berupa mudharabah. Untuk posisi kedua, tersalur ke pembiayaan musyarakah Rp6,12 triliun atau 17,95%. Namun, pembiayaan musyarakah melonjak 86,02% dari Juni 2007 jika dibandingkan dengan mudharabah yang naik 41,15%.

Untuk piutang murabahah naik 42,11% dari Rp13,94 triliun Juni 2007 menjadi Rp19,81 triliun periode sama tahun ini. Sementara itu, untuk piutang istishna naik 9,88% dari Rp334 miliar menjadi Rp367 miliar, sedangkan jenis pembiayaan lain-lain naik dari Rp723 miliar menjadi Rp1,29 triliun atau 78,42%.

Pembiayaan syariah selama Juni 2008 banyak tersalur ke sektor jasa dunia usaha sebesar Rp10,24 triliun (30%) dan perdagangan, restoran, dan hotel Rp4,42 triliun (12,96%).(yn)

---
Latihan & Perundingan: www.alfalahconsulting.com 
Perunding, Pensyarah & Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Pelaburan Saham Amanah Islam: www.islamic-invest-malaysia.com

Saturday, 1 March 2008

Bank Danamon terus ekspansi syariah

JAKARTA : PT Bank Danamon Indonesia Tbk resmikan cabang syariah Danamon baru di Jl. Merdeka, Bandung, dan tujuh lokasi layanan office channeling Syariah di wilayah Jabar.Layanan office channeling ini akan memberikan pilihan dan kemudahan para nasabah untuk mengakses dan memenuhi kebutuhan layanan perbankan syariah melalui cabang-cabang konvensional Danamon.

Hendarin, Direktur Danamon Syariah, mengatakan adanya minat dan kebutuhan masyarakat yang besar akan produk dan layanan perbankan syariah di Jawa Barat. "Bandung sebagai pintu gerbang provinsi ini dan juga kota dengan tingkat pertumbuhan ekonomi serta populasi penduduk yang cukup besar, merupakan strategis bagi Danamon Syariah untuk melayani besarnya potensi yang ada," ujarnya dalam pernyataannya hari ini.

Kantor cabang Danamon Syariah yang baru berlokasi di area strategis di pusat kegiatan perdagangan dan perekonomian Bandung di Jl. Merdeka No. 40, lokasi yang sama dengan Bank Danamon Kantor Wilayah 2 Jawa Barat.Sementara itu tujuh lokasi cabang office channeling syariah berada di titik-titik pusat perdagangan dan pertokoan di Buah Batu, Setiabudi, Ahmad Yani, Merdeka, Juanda, Kopo Sayati, dan Kopo 26. --(BC)

---
Latihan & Perundingan: www.alfalahconsulting.com 
Perunding, Pensyarah & Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Pelaburan Saham Amanah Islam: www.islamic-invest-malaysia.com

Bank Syariah bantu sektor pertanian dan agribisnis

BANDUNG (Antara): Meksi belum memberikan `lampu hijau` untuk pembiayaan seluruh sektor pertanian dan agribisnis, Perbankan Syariah Jawa Barat memberikan sinyal pembiayaan untuk petani kedelai hitam dan jagung, demikian dilaporkan Jumat . "Sampai saat ini belum seluruh sektor pertanian dan agribisnis mendapat pembiayaan. Namun beberapa bank syariah telah menggarap pembiayaan untuk petani kedelai hitam dan jagung," kata Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Jawa Barat, Kusuma Ari Kusumanto di Bandung.


Ia mengakui, pemberian kredit pertanian untuk petani kedelai hitam dan jagung itu selain dilakukan oleh bank syariah juga dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). "Pemberian kredit syariah untuk petani kedelai hitam dan jagung itu lebih banyak dilakukan oleh BPRS. Sebagian juga memberikan pembiayaan kada petani padi," katanya. Ia mengakui, pembiayaan untuk sektor pertanian dan agribisnis masih cukup rentan karena faktor cuaca dan faktor alam lainnya.


Rachmat mencontohkan, untuk produksi padi sangat tergantung kepada cuaca dan hama. Bila terjadi kekeringan atau serangan hama yang tidak bisa diprediksi, maka otomatis pengembalian pinjaman akan terhambat. "Meski demikian bank syariah komitment untuk mendukung program pemerintah untuk memberikan pembiayaan ke sektor pertanian dan agribisnis, namun tentunya dilakukan bertahap dan selektif," katanya.


Dikatakannya, posisi asset bank syariah hingga Desember 2007 mencapai Rp4,073 triliun. Pengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp3,14 triliun dan pembiayaan sebesar Rp2,838 triliun dengan NPF atau NPL sebesar 5,83 persen. "Pertumbuhan bank syariah meningkat signifikan, 70 persen pembiayaan disalurkan ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sisanya kredit konsumer," ucapnya. Rachmat menyebutkan, market share bank syariah hingga akhir Desember 2007 sebesar tiga persen. Pihaknya mentargetkan peningkatan market share pada 2008 menjadi lima persen.

---
Latihan & Perundingan: www.alfalahconsulting.com 
Perunding, Pensyarah & Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Pelaburan Saham Amanah Islam: www.islamic-invest-malaysia.com